Atlet di Jatim Harus Tetap Latihan selama Ramadan untuk Hadapi PON 2024

afsport.id

AFSPORT.id -- Seluruh atlet di Jawa Timur diinstruksikan agar tetap menjalani latihan selama Ramadan 2024 untuk menjaga kondisi atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh-Sumatera Utara.

Instruksi itu disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur Muhammad Nabil. Menurut Nabil, seorang atlet tidak boleh berhenti berlatih apapun kondisinya kecuali sakit atau cedera.

Baca juga: NTB Juara Umum Shorinji Kempo PON Aceh-Sumut 2024

"Harus tetap latihan dengan porsi dan materi yang mungkin berubah. Tidak mungkin seorang atlet melakukan pemberhentian mendadak dan total karena akan terjadi penurunan kondisi dengan cepat," kata Nabil di Surabaya, Rabu (20/3/2024).

Selain itu, Nabil mengaku juga telah menginstruksikan agar tim monitoring dan evaluasi (monev) dari internal KONI untuk rutin mengunjungi cabang olahraga (cabor) melakukan pemantauan proses latihan.

"Nanti, monev masing-masing cabor akan melakukan pelaporan kepada tim Pembinaan dan Prestasi (Binpres), kalau ada penurunan itu pasti terjadi karena intensitas latihannya turun, tapi kondisi atlet tidak boleh drop. Kalau drop untuk mengembalikannya susah, harus dari awal lagi," ujarnya.

Baca juga: Atlet Joe Aditya Dibajak Jakarta di PON 2024, Sulteng Tempuh Jalur Hukum

Karena itu, setelah Lebaran nanti rencananya akan digelar kembali tes fisik, kesehatan, gizi, psikologi bagi seluruh cabor yang masuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

"Tes fisik akan kami lakukan berkala untuk mengupgrade mereka. Kalau sudah bagus harus dipertahankan dan dibandingkan dengan prestasinya. Jangan sampai ada yang tidak nyambung antara tes fisik dengan prestasi," tegasnya.

Tes tersebut, menurut Nabil, sangat penting untuk dapat memantau kondisi kesehatan mereka agar dapat berlatih dengan maksimal, untuk hasil yang terbaik di PON XXI Aceh-Sumut.

Baca juga: Jawa Barat Raih Juara Umum Soft Tenis PON 2024

"Tes kesehatan dilakukan semua atlet. Kalau struktur ototnya kami tidak tahu, kesehatannya juga tidak tahu. Jadi, tes ini akan mempermudah Binpres dalam merancang atlet untuk berprestasi," pungkasnya. (ant/hay)

Editor : Arif Maulana

Sepak Bola
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru