AFSPORT.id--Sukses meraih gelar Bundesliga perdana tak membuat Xabi Alonso puas. Pelatih Bayer Leverkusen ini menegaskan ambisinya untuk membawa timnya meraih treble musim ini.
"Ini belum berakhir. Kita lihat sampai sejauh mana kami mampu melangkah," tegas Alonso, seperti dikutip dari Antara News.
Baca juga: Vincen Kompany Ditunjuk jadi Juru Taktik Bayern Munich dengan Durasi 3 Tahun
Ambisi Alonso bukan tanpa alasan. Leverkusen tampil gemilang di semua lini. Di Bundesliga, mereka baru saja mengunci gelar juara setelah mengalahkan Werder Bremen 5-0 di BayArena. Di Piala Jerman, mereka melaju ke babak semifinal setelah menyingkirkan Bayern Munich. Di Liga Europa, mereka baru saja lolos ke perempat final setelah mengalahkan Real Betis.
"Trofi ini milik banyak orang dan kami harus menikmatinya," kata Alonso.
Pelatih asal Spanyol berumur 42 tahun itu mengukir sejarah dengan mempersembahkan piala Bundesliga pertama untuk Leverkusen dengan masih meyisakan lima pertandingan dan rekor 43 laga tak terkalahkan dalam semua kompetisi musim ini.
Alonso yang menyatakan tetap melatih Leverkusen musim depan dan menyatakan kunci keberhasilannya pada musim kedua bersama Leverkusen adalah komunikasi dengan para pemain serta pengalaman pernah memperkuat tim besar seperti Liverpool, Real Madrid, dan Bayern Muenchen.
Baca juga: Kompany Selangkah Lagi Memimpin Bayern Muenchen
Saya ingin berada di dekat para pemain, berbicara dengan mereka dan sebagai seseorang yang bermain, saya tahu apa yang mereka rasakan," kata dia.
"Saya punya empati dan koneksi dengan para pemain, yang penting di ruang ganti. Saya berusaha menjaga koneksi ini dengan tim," kata mantan pelatih Real Sociedad itu.
Kemenangan ini, sambung Alonso, membuat Bundesliga yang sebelumnya didominasi Bayern Muenchen menjadi liga yang lebih atraktif.
Baca juga: Mueller Ungkap Kekecewaan Bayern Finis di Posisi Ketiga
Mungkin sehat bagi Bundesliga dan sepak bola Jerman jika ada tim lain menang dan merupakan kebahagiaan besar bagi kami, kata Alonso.
"Trofi ini milik banyak orang dan kami harus menikmatinya," tutup dia.
Editor : Budi Prasetyo