Sumenep,AFSport.id – Kick boxing resmi menjadi bagian dari perkembangan olahraga prestasi di Kabupaten Sumenep.
Setelah melalui proses pembentukan organisasi, Pengurus Daerah Kick Boxing Indonesia (KBI) Kabupaten Sumenep kini memiliki kepengurusan yang akan menjadi motor pengembangan cabang olahraga tersebut di daerah.
Baca juga: KONI-Kemenkominfo Perkuat Kolaborasi Gaungkan PON Aceh-Sumut 2024
Kepastian itu ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Muskab) KBI Sumenep di Aula Kantor KONI Sumenep.
Dalam forum tersebut, Rahmad Fambudi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua KBI Sumenep periode 2026–2030.
Usai organisasi terbentuk, KBI Sumenep tidak ingin berhenti pada pengesahan kepengurusan.
Pemetaan potensi atlet menjadi langkah awal yang akan dilakukan untuk mengetahui sebaran bibit-bibit kick boxing di wilayah Sumenep.
Ketua KBI Sumenep Rahmad Fambudi mengatakan, pihaknya akan menjaring atlet dari berbagai klub lokal yang selama ini menjadi tempat berkembangnya olahraga bela diri.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menyusun pola pembinaan atlet ke depan.
Upaya mencari bibit atlet juga akan dilakukan dengan membuka kolaborasi bersama cabang olahraga bela diri lainnya yang telah lebih dulu berkembang di Sumenep, seperti karate dan pencak silat.
Langkah tersebut dinilai penting agar potensi atlet tidak hanya dicari dari lingkungan kick boxing yang sudah ada, tetapi juga dapat menjangkau atlet-atlet bela diri lain yang memiliki kemampuan dan karakter bertanding yang sesuai.
Sebelum memiliki kepengurusan resmi, perjalanan kick boxing di Sumenep sebenarnya telah dirintis Rahmad sejak 2023.
Baca juga: Atlet Sumenep Maulana Ismail akan Tampil di Ajang 21 ist Asian U20 Athletics Championship di Dubai
Gagasan tersebut muncul setelah dirinya mengikuti ujian sabuk hitam di Malang yang diselenggarakan Pengurus Pusat KBI.
Sepulang dari kegiatan tersebut, ia mulai mengenalkan kick boxing kepada masyarakat dan sejumlah sekolah.
Pembentukan klub-klub amatir kemudian menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan olahraga tersebut di tingkat akar rumput.
"Kami mulai merintis klub dan mengenalkannya ke beberapa sekolah serta masyarakat, hingga akhirnya sejak 2024 kami berupaya melengkapi persyaratan untuk menjadi bagian dari induk cabor," katanya, Minggu (06/09/2026).
Setelah resmi menjadi bagian dari struktur KBI, pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan pembinaan berjalan secara terarah. Karena itu, selain pemetaan atlet, pengurus juga mulai menyiapkan berbagai kebutuhan organisasi agar program pembinaan dapat segera dijalankan.
Baca juga: Atlet di Jatim Harus Tetap Latihan selama Ramadan untuk Hadapi PON 2024
Saat ini, KBI Sumenep masih melengkapi berkas administrasi untuk diajukan kepada KONI Sumenep dan Pengprov KBI Jawa Timur.
Kelengkapan tersebut menjadi bagian dari tahapan yang harus diselesaikan sebelum organisasi menjalankan program secara optimal.
"Pelantikan pengurus masih kami rencanakan sembari menyelesaikan pemberkasan ke KONI dan Pengprov Jatim agar proses pembinaan atlet bisa segera berjalan optimal," ujarnya.
Dengan langkah awal berupa pemetaan potensi atlet, KBI Sumenep berharap keberadaan kick boxing tidak hanya menambah daftar cabang olahraga di daerah.
Lebih dari itu, cabor baru tersebut ditargetkan mampu menjadi wadah pembinaan bagi talenta muda sekaligus membuka peluang lahirnya atlet Sumenep yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.(red)
Editor : Mahrus