Jakarta, AFSport.id-Tim nasional bola voli putra Indonesia kini memasuki tahap akhir persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
Dari 18 pemain yang sebelumnya dipersiapkan, PP PBVSI telah mengerucutkan skuad menjadi 12 nama untuk menghadapi persaingan di Jepang.
Baca juga: KOI Tekankan Pentingnya Dukungan Berkelanjutan untuk 432 Atlet Indonesia di Asian Games 2026
Pengerucutan skuad tersebut dilakukan setelah para pemain melewati rangkaian kompetisi internasional sepanjang 2026.
Komposisi terakhir tetap menggabungkan pemain berpengalaman dengan sejumlah atlet yang tampil menonjol dalam turnamen internasional tahun ini.
Pelatih Reidel Toiran akan mengandalkan Alfin Daniel Pratama dan Dio Zulfikri untuk mengisi posisi setter. Di sektor middle blocker terdapat Hendra Kurniawan, Muhammad Malizi, dan Ahmad Gumilar.
Sementara itu, empat pemain disiapkan sebagai outside hitter, yakni Farhan Halim, Sigit Ardian, Fahri Septian Putratama, dan Boy Arnez Arabi.
Untuk posisi opposite, Indonesia memiliki Rama Fazza Fauzan dan Fauzan Nibras. Adapun Abhinaya Fahreza Rakha menjadi satu-satunya libero dalam skuad yang telah mengerucut tersebut.
Enam pemain yang sebelumnya masuk dalam daftar 18 pemain tidak lagi berada di komposisi terakhir. Mereka adalah Jasen Natanael Kilanta, Tedi Oka Syahputra, Luvi Febrian Nugraha, Putra Bagus Hidayatulloh, Agil Anggara, dan Raihan Rizky Attorif.
Wakil Kepala Bidang Prestasi PP PBVSI Loudry Maspaitella mengatakan keenam pemain tersebut tidak lagi masuk dalam komposisi yang disiapkan untuk tampil di Asian Games 2026.
Dengan skuad yang lebih ramping, Indonesia kini harus segera mematangkan permainan sebelum menghadapi persaingan di Aichi-Nagoya.
Terlebih, hasil undian menempatkan Merah Putih di Pool B bersama Iran, Thailand, dan Kirgizstan.
Iran menjadi lawan paling berat di grup tersebut.
Tim asal Asia Barat itu merupakan salah satu kekuatan utama voli Asia dan memiliki catatan mentereng dengan meraih medali emas pada tiga edisi Asian Games terakhir.
Thailand juga bukan lawan yang asing bagi Indonesia. Kedua tim kerap bertemu dalam berbagai kejuaraan regional dan persaingannya tidak jarang berlangsung ketat.
Meski tantangan di fase grup cukup berat, Indonesia memiliki modal penting dari penampilan sepanjang 2026. Salah satu yang paling menonjol adalah keberhasilan merebut gelar juara AVC Men’s Cup 2026 di Ahmedabad, India.
Baca juga: Tim Boccia Indonesia Bidik Podium Tertinggi di Asian Para Games 2026
Pada pertandingan final, Indonesia tampil meyakinkan dengan mengalahkan Korea Selatan tiga set langsung.
Merah Putih menang dengan skor 34-32, 25-16, dan 25-23.
Prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena Indonesia sebelumnya sempat takluk 0-3 dari Korea Selatan pada fase awal turnamen.
Namun, Boy Arnez Arabi dan kawan-kawan mampu bangkit dan melewati Qatar, Thailand, Oman, serta India sebelum kembali berhadapan dengan Korea Selatan di final.
Penampilan impresif Indonesia juga menghasilkan penghargaan individu. Boy Arnez Arabi dinobatkan sebagai MVP sekaligus Best Outside Hitter.
Hendra Kurniawan mendapatkan penghargaan Best Middle Blocker, sedangkan Alfin Daniel Pratama terpilih sebagai Best Setter.
Keberhasilan di AVC Men’s Cup turut memberikan dampak terhadap posisi Indonesia dalam ranking dunia FIVB. Tim Merah Putih sempat naik hingga peringkat ke-43 dunia setelah menjadi juara, sebelum kemudian mencapai posisi ke-42 dalam perjalanan SEA V Cup berikutnya.
Baca juga: 13 Pebulu Tangkis Indonesia Bakal Debut di Asian Games 2026
Namun, hasil di SEA V Cup 2026 juga memperlihatkan bahwa masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi. Indonesia harus puas menjadi runner-up pada putaran pertama di Filipina setelah kalah dramatis 2-3 dari Kamboja.
Pada putaran kedua yang digelar di Jakarta, Indonesia kembali gagal mencapai final. Langkah skuad Merah Putih dihentikan Vietnam di semifinal dengan kekalahan 1-3. Indonesia kemudian merebut posisi ketiga setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 3-1.
Catatan tersebut menjadi bahan evaluasi sebelum menghadapi level persaingan yang lebih tinggi di Asian Games. Tim pelatih harus memastikan kelemahan yang terlihat dalam turnamen sebelumnya tidak kembali menjadi persoalan saat menghadapi tim-tim elite Asia.
Asisten pelatih Timnas Voli Putra Indonesia, Nur Widayanto, sebelumnya mengakui bahwa keberhasilan menjadi juara AVC Men’s Cup berada di luar perkiraan awal tim.
“Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi,” ujar Nur Widayanto seusai final.
Kini, skuad Indonesia memiliki waktu untuk mematangkan persiapan sebelum berlaga di Jepang. Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.
Dengan komposisi 12 pemain yang telah ditetapkan, tim asuhan Reidel Toiran diharapkan mampu menjaga momentum positif dari keberhasilan di AVC Men’s Cup sekaligus memperbaiki sejumlah catatan dari SEA V Cup.(red)
Editor : Mahrus