Jakarta, Afsport.id -- Atlet panjat tebing Indonesia, Antasyafi Robby Al Hilmi, akhirnya mewujudkan salah satu impiannya dengan meraih medali emas World Climbing Series (WCS) Guiyang 2026 kategori speed putra di Guiyang, China, Jumat.
Medali emas tersebut terasa semakin istimewa bagi Robby karena dipersembahkan untuk sang ibu yang selama ini menjadi salah satu sumber kekuatannya dalam berlatih dan bertanding.
Baca juga: 7 Atlet Panjat Tebing Melaju ke Babak Kedua Kualifikasi Olimpiade Paris 2024
"Ibu, akhirnya aku emas!" ujar Robby, dikutip dari rilis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Atlet berusia 19 tahun itu mengaku sangat bahagia karena berhasil meraih emas pertamanya di ajang WCS. Sebelumnya, Robby harus puas dengan medali perak pada seri Madrid dan Chamonix.
"Ini emas pertama saya di World Climbing Series. Hasil ini berkat dukungan semua pihak dan latihan bersama teman-teman atlet di Indonesia," kata Robby.
Perjalanan menuju podium tertinggi tidak datang dengan mudah. Kekalahan pada tiga seri WCS sebelumnya justru menjadi bahan bakar bagi Robby untuk terus memperbaiki diri.
Hasilnya, Robby mampu mencatatkan waktu terbaik 4,65 detik dan mengungguli para pesaingnya. Ling Yongzhi dari China finis dengan 4,75 detik dan meraih perak, sedangkan Chu Shouhong mencatat 4,80 detik untuk medali perunggu.
Prestasi tersebut sekaligus mengantarkan Robby kokoh di peringkat pertama dunia speed perorangan putra seri 2026 dengan koleksi 2.864 poin.
Meski telah berdiri di podium tertinggi, Robby tidak ingin cepat puas. Ia menyadari masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dalam meningkatkan teknik pemanjatan.
Pelatih kepala Galar Pandu Asmoro mengaku bangga atas pencapaian Robby. Ia berharap keberhasilan di nomor speed perorangan dapat berlanjut pada nomor speed relay.
"Kami berharap akan ada medali lagi yang didapat dari nomor relay," ujar Galar.
Perjalanan Robby menjadi gambaran bahwa kegagalan bukanlah akhir. Dari medali perak dan kekalahan, ia justru menemukan alasan untuk berlari lebih cepat menuju emas.
Kini, emas Guiyang menjadi pijakan baru bagi Robby untuk menatap tantangan yang lebih besar bersama panjat tebing Indonesia.(red)
Editor : Mahrus