160 x 600 SKYSCRAPER
160 x 600 SKYSCRAPER
Iklan Banner Rumah Susu

Esports Indonesia Didorong Naik Kelas, Bukan Sekadar Berburu Medali

Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia Masa Bakti 2026–2030 di Gedung Soekarno-Hatta, Mabes Badan Intelejen Negara. Foto: Istimewa.
750 x 100 AD PLACEMENT

Jakarta, AFSport.id– Perkembangan esports Indonesia memasuki fase baru. Prestasi di berbagai kejuaraan internasional menjadi modal untuk mendorong cabang olahraga ini tidak hanya mengejar medali, tetapi juga membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan atlet berprestasi secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) RI Taufik Hidayat saat mewakili Menpora Erick Thohir dalam pelantikan dan pengukuhan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) Masa Bakti 2026–2030 di Gedung Soekarno-Hatta, Mabes Badan Intelijen Negara, Jakarta, Selasa (15/09/2026).

Menurut Taufik, capaian Indonesia di panggung internasional menunjukkan bahwa esports telah memiliki fondasi prestasi yang kuat. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut ditopang sistem olahraga yang profesional dan berkelanjutan.

"Talenta kita ada, market kita besar, prestasi kita sudah terbukti, sekarang kita harus membangun sistemnya, memperkuat industrinya, dan terus membawa Merah Putih berprestasi di panggung dunia," kata Wamenpora Taufik.

Ia menilai esports kini telah berkembang jauh melampaui aktivitas permainan dan hiburan. Esports telah menjadi bagian dari olahraga prestasi, profesi bagi atlet, sekaligus industri yang berkaitan erat dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

Rekam jejak Indonesia turut memperkuat posisi tersebut. Pada IESF World Esports Championship 2022 di Bali, Indonesia berhasil menjadi juara umum dunia. Prestasi serupa kembali ditorehkan pada IESF World Esports Championship 2024 di Riyadh melalui raihan satu medali emas MLBB Women dan satu medali perunggu MLBB Men.

Selain itu, Indonesia juga mencatat prestasi pada kompetisi esports yang terhubung dengan ekosistem sepak bola. Indonesia menjadi juara dunia FIFA eWorld Cup 2024 setelah FIFA mengembangkan kompetisi esports tersebut.

"Indonesia punya potensi yang sangat besar. Kita memiliki lebih dari 154 juta pemain gim yang berada di peringkat keempat dunia berdasarkan jumlah pemain. Nilai industri gim Indonesia pada tahun 2025 juga diperkirakan telah mencapai 32,7 triliun," ujarnya.

Taufik juga menyinggung capaian Indonesia sebagai juara perdana AFC EAsian Cup di tingkat regional serta raihan medali perunggu SEA Games Thailand 2025 melalui tim MLBB Men.

Bagi pemerintah, rentetan prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki sumber daya atlet yang mampu bersaing di level internasional. Karena itu, penguatan pembinaan menjadi salah satu pekerjaan penting bagi kepengurusan PB ESI periode 2026–2030.

"Artinya, talenta kita ada potensinya besar, prestasinya sudah terbukti," tambahnya.

Ke depan, tantangan esports Indonesia tidak berhenti pada pencapaian di turnamen. Perubahan lanskap olahraga dunia yang semakin bersinggungan dengan teknologi membuat pembinaan atlet, kompetisi, dan ekosistem esports perlu terus menyesuaikan diri.

Taufik pun mendorong perubahan cara pandang terhadap olahraga. Menurutnya, olahraga tidak semestinya hanya dipandang sebagai pengeluaran, melainkan investasi yang dapat memberikan dampak lebih luas, termasuk dalam pembentukan karakter dan penggerakan ekonomi.

"Kita juga membangun karakter generasi muda, meningkatkan kesehatan masyarakat, dan menggerakkan ekonomi," ujarnya.

Ia menambahkan, esports menjadi salah satu contoh nyata keterkaitan olahraga dengan teknologi, kreativitas, lapangan pekerjaan, hingga ekonomi digital.

Karena itu, Indonesia diminta tidak berhenti pada posisi sebagai peserta ketika kompetisi esports dunia terus berkembang. Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah perkembangan Olympic Esports Games.

"Ke depan, kita juga harus berani punya target besar. Dunia esports bergerak secara cepat. Setelah FIFA mengembangkan kompetisi esports, ke depan kita juga akan menghadapi perkembangan Olympic Esports Games. Indonesia tidak boleh hanya menjadi peserta, kita harus menjadi salah satu negara yang diperhitungkan," pungkas Wamenpora.

Untuk periode 2026–2030, PB ESI dipimpin Ketua Umum Muhammad Herindra yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara. Kepengurusan baru tersebut diharapkan dapat melanjutkan capaian prestasi sekaligus memperkuat fondasi esports nasional sebagai cabang olahraga yang kompetitif di tingkat dunia.(*)

Editor : Mahrus

750 x 100 AD PLACEMENT
Berita Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT